Nyanyian hati
Nyanyian hati
Nyanyian hati berkata padanya
Sudah empat tahun kamu tak ber-Tuhan
Hatimu semakian tak bertuan
Kamu tak lagi pedulikan firman Tuhan
Malah salahkan Tuhan? Ia beranjak
Mencari apa yang dapat di singgahi
Malata di dinding penuh cerca
Tak ada ranting untuk digelayuti
Kemana luka, tanya sapa
Nyanyian hati bermalam tuba
Menguak tulang batangku
Menembus sumsum darah kentalku
Menarik perih di ujung rindu
Nyanyian hati berkata padanya
Ini malam luka adanya
Penuh hina dusta melata
Menguak semua yang ada
Lewat setan-setan yang berkeliaran
Ini nyanyian penuh sonata
Ia belingsatan di jalan raya
dimana aku, siapa aku teriaknya
dengan lidah berdarah
nyanyian hati berkata padanya
ini malam wewangian Kamboja
dibiarkannya nyanyian berlalu
melayang nan kapas menembus langit
ditangan-Nya ia kembali
Nyanyian hati berkata padanya
Sudah empat tahun kamu tak ber-Tuhan
Hatimu semakian tak bertuan
Kamu tak lagi pedulikan firman Tuhan
Malah salahkan Tuhan? Ia beranjak
Mencari apa yang dapat di singgahi
Malata di dinding penuh cerca
Tak ada ranting untuk digelayuti
Kemana luka, tanya sapa
Nyanyian hati bermalam tuba
Menguak tulang batangku
Menembus sumsum darah kentalku
Menarik perih di ujung rindu
Nyanyian hati berkata padanya
Ini malam luka adanya
Penuh hina dusta melata
Menguak semua yang ada
Lewat setan-setan yang berkeliaran
Ini nyanyian penuh sonata
Ia belingsatan di jalan raya
dimana aku, siapa aku teriaknya
dengan lidah berdarah
nyanyian hati berkata padanya
ini malam wewangian Kamboja
dibiarkannya nyanyian berlalu
melayang nan kapas menembus langit
ditangan-Nya ia kembali
siapa hendak menentang kan pasti

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda